Bandar Poker Online Terpercaya

Beragam pendapat negatif mengiringi awal perjalanan Andrea Pirlo sebagai pelatih raksasa Italia, Juventus. Ia memilih untuk tidak mendengarkan serangkaian komentar miring tersebut.

Pirlo diangkat sebagai pengganti Maurizio Sarri yang dipecat manajemen klub pada bulan Agustus lalu. Keputusan klub berjuluk Bianconeri tersebut mengangkat seorang Pirlo sangatlah berani.

Pasalnya, Pirlo baru saja menyelesaikan pendidikannya untuk menjadi pelatih di Coverciano. Juventus adalah klub pertama mantan penggawa AC Milan tersebut, di mana tuntutannya sangatlah besar.

Sejauh ini, perjalanannya cukup apik. Juventus di bawah asuhan pria berusia 41 tahun tersebut sama sekali belum menelan kekalahan kecuali saat bertemu Barcelona di fase grup Liga Champions.

Tidak Peduli Kritik

Sayangnya, Pirlo tidak hanya sekali membuat fans kecewa. Dalam beberapa pertandingan, terutama Serie A, Juventus kerap kehilangan 3 poin saat bertemu dengan tim yang, di atas kertas, lebih buruk dari mereka.

Contohnya Benevento. Juventus bertemu klub promosi dari Serie B itu pada akhir pekan kemarin. Juventus yang sudah menjuarai Serie A berulang kali jelas memiliki materi pemain yang lebih baik. Namun laga tersebut berakhir seri 1-1.

Jelas saja kalau semua mata jadi tertuju kepadanya. Tetapi Andrea Pirlo tidak peduli. “Saya menyukai kritik, itu artinya saya mengganggu seseorang, dan telah terbiasa dengan ini selama bertahun-tahun,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

“Ini adalah pertandingan yang penting untuk pertumbuhan kami. Kami harus bermain dengan baik dan berkembang. Kami harus mendapatkan kembali kontinuitas yang kurang,” lanjutnya.

By naruto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *